Minggu, 18 November 2012

ILMU DAN TSAQAFAH

ILMU DAN TSAQAFAH


Pembagian Ilmu menjadi ilmu alam dan ilmu sosial hanya bersandar pada fakta, bahwa ilmu alam adalah kajian tentang alam, dan ilmu sosial adalah kajian tentang sosial
Sedangkan sumbernya sama
Kenapa ilmu sosial tidak tepat bila menggunakan metode ilmiah?
Karena fakta alam dan fakta sosial berbeda

Pembagian ilmu pengetahuan menjadi ILMU dan TSAQAFAH adalah pengkategorian menurut Syeikh Taqyuddin an-Nabhani
Latar Belakang klasifikasi pengetahuan menjadi ILMU dan TSAQAFAH
Kuatnya pengaruh Positivisme yang dirintis oleh August Comte (1798-1857)
Positivisme adalah anggapan bahwa yang dapat diselidiki atau dipelajari hanyalah "data-data yang nyata/empirik", atau yang mereka namakan 'positif'
Positivisme merupakan tradisi berpikir dalam ilmu-ilmu sosial Barat yang sebenarnya dipinjam dari pandangan, metode, dan teknik ilmu-ilmu alam dalam memahami dan menyelidiki fenomena alam.

Latar Belakang klasifikasi pengetahuan menjadi ilmu dan tsaqafah
Positivisme mempercayai universalisme dan generalisasi yang diperoleh dari prosedur metode ilmiah (scientific method) sehingga kesimpulan-kesimpulan yang dihasilkan dianggap bersifat universal atau cocok (appropriate) untuk semua, kapan saja, dan di mana saja.
dominasi Positivisme dan metode ilmiah yang diterapkan dalam lapangan ilmu-ilmu sosial itu yang mengakibatkan masyarakat menganggap ilmu-ilmu sosial bersifat universal, sebagaimana halnya ilmu-ilmu alam.
Pembagian Ilmu Pengetahuan
Jujun S. Suriasumantri : mengklasifikasikan pengetahuan menjadi dua cabang besar, yaitu ilmu (science), (yang mencakup ilmu-ilmu alam dan sosial), dan humaniora (humanities).
Humaniora, menurut Elwood (1975) adalah seperangkat sikap dan perilaku moral manusia terhadap sesamanya yang meliputi filsafat, moral, seni, sejarah, dan bahasa.
Istilah lain dikemukakan oleh S. Waqar Ahmed Husaini dalam bukunya Islamic Sciences (2002: 34-57), yang mengklasifikasikan pengetahuan menjadi dua, yaitu ilmu-ilmu alam (natural sicencies) dan ilmu-ilmu sosial-humaniora (humanistic-social sciences).


Istilah tsaqafah menurut An-Nabhani lebih tepat diterjemahkan sebagai humanistic-social sciences (ilmu-ilmu social humaniora), daripada sekadar social sciences.
Kriteria Pengklasifikasian ILMU dan TSAQAFAH
Pertama, aspek epistemologisnya, yaitu metode berpikir yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan. Ilmu diperoleh melalui metode ilmiah yang bebas nilai, sedangkan tsaqafah melalui metode rasional yang tidak bebas nilai.
Metode rasional tidak bebas nilai disebabkan terikat dengan informasi sebelumnya yang menaunginya
Bebas nilainya ILMU hanya pada aspek epistimologinya saja, sedangkan dalam aspek aksiologinya tidak. Ex: peluru dan senpi




Kriteria Pengklasifikasian ILMU dan TSAQAFAH
Kedua, aspek nilainya, yaitu keterkaitan pengetahuan dengan pandangan hidup atau apa yang sering disebut nilai (value), yang didefinisikan sebagai sesuatu yang mempunyai harga dan karenanya dianggap baik atau benar.
Apabila dianggap baik oleh semua pandangan hidup maka terkategori sebagai ilmu. Namun apabila dianggap baik oleh satu pandangan hidup tertentu maka tergolong tsaqafah.
Ex: Republik, Khilafah,

Penjelasan Istilah
ILMU
Ilmu-ilmu alam (natural sciences), ex : adalah fisika, kimia, dan ilmu-ilmu eksperimental lainnya.
TSAQAFAH
Ilmu-ilmu sosial- humaniora (social-humanities sciences), ex : sejarah, bahasa, hukum, filsafat, dan segala pengetahuan non-eksperimental lainnya

Pengertian Ilmu
العلم: هو المعرفة التي تؤخذ عن طريق الملاحظة والتجربة والاستنتاج

Ilmu = pengetahuan yang diperoleh melalui jalan pengamatan (observasi), percobaan (eksperimen), dan penarikan kesimpulan dari fakta empiris (inferensi).
(Taqiyuddin An-Nabhani, Syakhshiyyah Islamiyah, 1/267).
Pengertian Tsaqafah
الثقافة: هي المعرفة التي تؤخذ عن طريق الإخبار والتلقي والاستنباط.

Tsaqafah= pengetahuan yang diperoleh melalui metode pemberitahuan (al-Ikhbar), penyampaian transmisional (talaqqi), dan penarikan kesimpulan (istinbath).
(Taqiyuddin An-Nabhani, Syakhshiyyah Islamiyah, 1/267).
Perbedaan Karakteristik ILMU dan TSAQAFAH
Objek kajian : Ilmu hanya mengkaji tentang materi (al-maaddah), baik fisik maupun teknis, sedang Tsaqafah mengkaji baik materi maupun ide (al-fikrah).

“Sistem diwan yang diambil oleh Umar”
“jika kalian membunuh lakukanlah secara ihsan, jika kalian menyembelih lakukanlah itu secara baik” (HR. Muslim)


Perbedaan Karakteristik ILMU dan TSAQAFAH
2. Keterkaitan dengan pandangan hidup : Ilmu tidak terkait pandangan hidup (universal), sedang Tsaqafah terkait dengan pandangan hidup (value-bound).
Yang dimaksud pandangan hidup adalah tujuan keberadaan manusia di dunia.
Ex: Handphone, kayu salip

Perbedaan Karakteristik ILMU dan TSAQAFAH
3. Metodologi : Ilmu diperoleh melalui metode ilmiah (thariqah ilmiyyah/scientific method), sedang Tsaqafah diperoleh melalui metode rasional (thariqah aqliyyah/ rational method).
Perbedaan Karakteristik ILMU dan TSAQAFAH
4. Adopsi : Ilmu boleh diadopsi oleh umat Islam dari mana saja, dengan syarat tidak bertentangan dengan Islam, sedang Tsaqafah tidak boleh diadopsi oleh umat Islam, kecuali Tsaqafah Islam saja.
Tsaqafah Islam
الثقافة الإسلامية هي المعارف التي كانت العقيدة الإسلامية سبباً في بحثها

Tsaqafah Islam = pengetahuan-pengetahuan yang titik tolak pembahasannya adalah Aqidah Islamiyah.
(Taqiyuddin An-Nabhani, Syakhshiyyah Islamiyah, 1/269).
NB:
Menurut teori diatas ada pengetahuan yang aslinya merupakan tsaqafah, karena tidak eksperimental, namun kemudian digolongkan sebagai ilmu, karena tidak terkait dengan pandangan hidup dan bersifat universal.
Contoh yang dikemukakan An-Nabhani, misalnya ilmu hisab (astronomi), perdagangan, pelayaran, dan kerajinan tangan atau keahlian produksi barang


Kriteria lain untuk membedakan ILMU dan TSAQAFAH
Kemampuan manusia mewujudkan ilmu pengetahuan tersebut
Apabila terdapat suatu generasi yang terputus dari suatu pengetahuan: jika manusia mampu mengadakannya kembali maka itu termasuk ILMU, bila tidak mampu maka itu termasuk TSAQAFAH
Bila demikian maka astronomi, pelayaran, perdagangan, dan kerajinan tangan atau keahlian produksi barang pada dasarnya termasuk Ilmu, bukan tsaqafah yang termasuk Ilmu

Tsaqafah tidak lahir kecuali dari ideologi tertentu
Tsaqafah Islam lahir dari ideologi Islam
Tsaqafah barat lahir dari ideologi Kapitalisme
Tsaqafah sosialis lahir dari ideologi Sosialisme
Dalil Tidak Bolehnya Mengadopsi Tsaqafah Selain Islam
وَمَا آَتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (Qs Al-Hasyr : 7)


Kamis, 01 November 2012

ikhlas

tingkatan orang yang paling tinggi adalah mukhlis (orang yang ikhlas), bahkan syaiton pun bersumpah, dia akan senantiasa menjerumuskan setiap anak adam, kecuali orang yang ikhlas karena Allah Azza wa Jalla